Pupuk Indonesia Dorong Produktivitas Perikanan di Sulawesi Selatan

  • Diposting oleh User01
  • 27 Juli2026
  • 15:00WIB
Caption

Makassar, 24 Juli 2026 –  PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong peningkatan produktivitas budidaya perikanan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dukungan tersebut melalui pelaksanaan Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan di Kabupaten Maros, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang berlangsung selama dua hari dimulai dari 22 Juli sampai 23 Juli 2026.
 
Direktur Manajemen Aset PT Pupuk Indonesia (Persero), Tri Wahyudi Saleh mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi petambak ikan mengenai tata kelola pupuk bersubsidi sekaligus mendorong percepatan penebusan pupuk agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan produktivitas budidaya perikanan.
 
"Pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas budidaya ikan. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh, PUD, PPTS dan kelompok pembudidaya ikan, agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan sesuai prinsip,” demikian ungkap Tri Wahyudi.

Pupuk Indonesia, lanjutnya, akan terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses dengan mudah oleh petambak ikan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal oleh pembudidaya ikan dan mendukung peningkatan produksi perikanan nasional.
 
Oleh karenanya, Tri Wahyudi menilai bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan sektor perikanan lantaran pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi bagi pembudidaya ikan. Keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar pupuk bersubsidi dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
 
Pupuk bersubsidi sektor perikanan dapat dimanfaatkan bagi petambak ikan yang tergabung dalam kelompok dan terdaftar pada sistem elektronik pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Adapun petambak ikan yang dapat memanfaatkan pupuk bersubsidi bagi yang membudidaya bandeng, udang vaname, udang windu, nila, gurame, ikan mas, lele, dan patin. 
 
Dalam kegiatan tersebut, Pupuk Indonesia bersama Pemerintah daerah, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), penyuluh perikanan, dan kelompok petambak ikan memberikan sosialisasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi, persyaratan penerima, hingga tata cara transaksi melalui aplikasi i-Pubers pada PPTS atau kios resmi. Setelah sesi rembuk, para petambak ikan juga melakukan penebusan pupuk bersubsidi secara langsung melalui kegiatan Tebus Bersama.
 
“Kami mengajak semua stakeholder untuk bahu membahu dan berkolaborasi untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan prinsip 7 tepat, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat sasaran,” katanya.
 
Selama rangkaian kegiatan di Kabupaten Maros, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), terdapat sekitar 200 petambak mengikuti kegiatan Tebus Bersama dengan total realisasi penebusan mencapai 94,2 ton pupuk bersubsidi sektor perikanan yang terdiri dari Urea sebesar 49,5 ton, Petroganik sebesar 15,8 ton, dan SP-36 sebesar 28,8 ton. Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan pupuk bersubsidi oleh petambak ikan sehingga mendukung peningkatan produktivitas budidaya perikanan di Sulawesi Selatan.
 
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menyampaikan apresiasinya atas komitmen PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam mendukung sektor perikanan melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan pelaksanaan Rembuk Petambak. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi petambak ikan karena tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola pupuk bersubsidi, tetapi juga mempermudah petambak dalam memperoleh pupuk sesuai ketentuan yang berlaku.
 
"Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Pupuk Indonesia terus diperkuat sehingga akses petambak ikan terhadap pupuk bersubsidi semakin mudah. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, kami optimistis produktivitas budidaya perikanan akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Abustan.
 
Pupuk Indonesia terus memastikan kesiapan penyaluran pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan melalui jaringan distribusi yang andal. Hingga 20 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Sulawesi Selatan telah mencapai 448.879 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 960.329 ton. Sementara itu, stok pupuk bersubsidi yang tersedia di lini II dan lini III mencapai 78.098 ton, sehingga siap mendukung kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Sulawesi Selatan.
 
Melalui kegiatan Rembuk Petambak dan Tebus Bersama, Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan produktivitas sektor perikanan melalui penyediaan pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, penguatan tata kelola penyaluran, serta kolaborasi berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi tersebut, Pupuk Indonesia optimistis sektor perikanan dapat semakin produktif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petambak ikan.

Baca Juga