Menko Zulhas Pastikan Distribusi Pupuk Bersubsidi Kian Lancar
Bengkulu, 2
Mei 2026 - Menteri
Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas)
memastikan langsung distribusi pupuk bersubsidi di Bengkulu berjalan lancar.
Menko Zulhas melakukan dialog dengan petani untuk mengetahui kondisi di
lapangan dalam kegiatan “Rembuk Tani” di Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026).
Di hadapan ratusan petani yang hadir, Menko Zulhas menanyakan terkait distribusi pupuk bersubsidi, dan para petani secara serempak menyatakan bahwa penyaluran pupuk saat ini berjalan lancar. “Dulu panen, pupuk baru datang. Sekarang lancar, pupuk sudah ada sebelum tanam. Ini merupakan perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” ujar Menko Zulhas.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah memiliki komitmen kuat untuk berpihak kepada petani dalam negeri. Presiden, lanjutnya, telah menginstruksikan agar seluruh kebijakan pangan diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani Indonesia.
Menurutnya, perbaikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi serta dukungan berbagai pemangku kepentingan telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian nasional. Hal ini tercermin dari capaian Indonesia yang berhasil menghentikan impor beras.
“Alhamdulillah, karena pupuknya lancar dan dukungan dari seluruh stakeholder, pada tahun 2025 kita sudah tidak impor beras lagi. Bahkan kita sudah surplus sekitar 4,2 juta ton,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan untuk tidak melakukan impor beras serta menjaga harga gabah tetap baik memberikan keuntungan langsung bagi petani dalam negeri. “Ketika kita tidak impor beras dan harga gabah bagus, yang untung adalah petani Indonesia. Karena itu, kesejahteraan petani harus terus meningkat setiap tahunnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah terhadap kinerja Pupuk Indonesia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi lebih efisien. Kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah untuk petani, ungkapnya, menjadikan penyerapan pupuk bersubsidi lebih optimal.
Khusus untuk Bengkulu, tambahnya, Pemerintah tahun 2026 mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 75.986 ton. Terdiri dari Urea 22.473 ton, NPK Phonska 41.080 ton, NPK Khusus Kakao 3 ton, pupuk organik Petroganik 12.412, dan SP-36 sebanyak 18 ton.
Adapun penebusan yang dilakukan petani Bengkulu di awal tahun ini cukup tinggi, yaitu 24.236 ton. Realisasi penyaluran selama April 2026 ini sekitar 32 persen dari alokasi.
"Serapan awal tahun ini cukup tinggi. Hal ini tidak lepas dari kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah melalui perubahan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi," tandas Robby.
Untuk mendukung penyerapan lebih optimal, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Bengkulu sebanyak 2.613 ton. Stok per tanggal 30 April 2026 ini terdiri dari Urea 1.141 ton, NPK Phonska 1.425 ton, dan organik 47 ton.
Salah satu petani yang hadir dalam Rembuk Tani, Herman Agustin membenarkan jika pendistribusian pupuk bersubsidi berjalan lancar. Puluh bersubsidi sudah bisa ditebus sejak awal tahun atau pergantian tahun berlangsung. Kapapun petani membutuhkan pupuk, pupuknya sudah ada di kios atau Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
“Pupuknya lancar, harga gabahnya juga sudah bagus. Berikutnya kamu mohon Pemerintah untuk melakukan perbaikan pada saluran irigasi yang sudah lama tidak pernah diperbaiki,” ujarnya.