>
ID | EN
Tekan Enter Untuk Mencari
MENU   ☰
ID EN

WHISTLEBLOWING SYSTEM

Pupuk Indonesia memiliki komitmen dalam menegakkan tata kelola Perusahaan yang bersih dan baik melalui penyusunan Pedoman Sistem Pelaporan (WBS), yang telah disahkan melalui Surat Keputusan Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) Nomor: SK/DIR/059A/2013 tentang Pedoman dan Organisasi Sistem Pelaporan Pelanggaran (SPP)/(Whistleblowing system) (WBS) di lingkungan PT Pupuk Indonesia (Persero)

WBS merupakan bagian dari sistem pengendalian internal dalam mencegah penyimpangan dan kecurangan serta memperkuat penerapan praktik tata kelola Perusahaan. Guna mengefektfkan implementasi WBS tersebut, Perusahaan telah mengembangkan WBS berbasis Teknologi Informasi (WBS- PUPUK INDONESIA) yang dapat diakses melalui website dan mobile phone.

01
Prinsip-prinsip Dasar Whistleblowing System Pupuk Indonesia

  1. Objektivitas, bahwa penanganan pengaduan harus berdasar fakta atau bukti yang dapat dinilai
  2. Koordinasi, bahwa penanganan pengaduan harus dilakukan dengan kerjasama yang baik antara pejabat yang berwenang
  3. Efektivitas dan efisiensi, bahwa penanganan pengaduan harus dilaksanakan secara tepat sasaran, hemat tenaga, waktu dan biaya
  4. Akuntabilitas, bahwa proses penanganan pengaduan dan tindak lanjutnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada karyawan dan pihak berkepentingan
  5. Transparan, bahwa hasil penanganan pengaduan diinformasikan berdasarkan mekanisme yang jelas dan terbuka
  6. Mengedepankan kerahasiaan, azas praduga tidak bersalah dan profesionalisme dalam melakukan proses pemeriksaan atas setiap pengaduan.
  7. Pelaporan bersifat anonymous, namun apabila pelapor mengungkapkan identitasnya maka Perusahaan akan menjamin kerahasiaannya.
  8. Data pelapor atau informasi lainnya dari semua Pelapor akan dijaga kerahasiaannya, kecuali yang bersangkutan menyetujui pengungkapan data/ informasi tersebut untuk kepentingan pelaksanaan pemeriksaan.
  9. Bagi yang melanggar prinsip kerahasiaan tersebut diberikan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku di Perusahaan.
  10. Sanksi administrasi dan/atau sanksi lain.

02
Ruang Lingkup WBS - Pupuk Indonesia

WBS - PUPUK INDONESIA ini dapat mengakomodasi dan memudahkan penyampaian dugaan penyimpangan berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan. Secara garis besar, batasan ruang lingkup yang dapat dilaporkan dalam WBS - PUPUK INDONESIA sebagai berikut:

  1. Penyimpangan kode etik/perilaku dan peraturan Perusahaan;
  2. Benturan kepentingan;
  3. Kecurangan;
  4. Korupsi;
  5. Pencurian;
  6. Penipuan;
  7. Pemerasan;
  8. Penggelapan;
  9. Suap;
  10. Gratifikasi yang dilarang

Sistem Pelaporan Pelanggaran hanya akan menindaklanjuti pengaduan atas perbuatan/tindakan tersebut di atas. Untuk pengaduan lainnya, seperti pengaduan terkait dengan K3LH, SDM, dan fasilitas Perusahaan, dapat disampaikan kepada pihak terkait dengan menggunakan mekanisme pelaporan lain yang berlaku di Perusahaan.

03
Perlindungan Bagi Pelapor

Pada dasarnya setiap pelapor baik eksternal (masyarakat, vendor, customer dan stakeholder lainnya) maupun internal harus dilindungi dari tindakan diskriminasi (unfair treatment), tekanan-tekanan dalam bentuk fisik/psikis, dan tindakan-tindakan lainnya sebagai respon (yang bersifat pembalasan) dari manajemen dan pihak terlapor atas pelaporan dan pengaduan yang dilakukannya. Pelapor dari internal juga dilindungi dari dihilangkannya atau ditundanya hak-hak pegawai dan penerapan sanksi kepegawaian.

organ wbs

04
Organ WBS - Pupuk Indonesia

Bagan organisasi whistleblowing system ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi PUPUK INDONESIA No.SK/DIR/059-AA/2013 tentang Pedoman Organisasi Kesekretariatan Sistem Pelaporan Pelanggaran bahwa bagan organisasi WBS adalah sebagai berikut

organ wbs

05
Pihak-pihak yang Terlibat dalam Proses Pengaduan

Pada dasarnya setiap pelapor baik eksternal (masyarakat, vendor, customer dan stakeholder lainnya) maupun internal harus dilindungi dari tindakan diskriminasi (unfair treatment), tekanan-tekanan dalam bentuk fisik/psikis, dan tindakan-tindakan lainnya sebagai respon (yang bersifat pembalasan) dari manajemen dan pihak terlapor atas pelaporan dan pengaduan yang dilakukannya. Pelapor dari internal juga dilindungi dari dihilangkannya atau ditundanya hak-hak pegawai dan penerapan sanksi kepegawaian.

06
Media Pelaporan

Pelapor dapat menyampaikan pengaduan dugaan pelanggaran kepada TPP melalui berbagai media sebagai berikut:

Telepon/SMS   :   +62 21 53654900 Ext. 6510/081514167543
E-mail   :   Pupuk Indonesialean@pupuk-indonesia.com
Website   :   Pupuk Indonesialean.pupuk-indonesia.com
Alamat   :   Tim Pelaporan Pelanggaran (TPP)
PT Pupuk Indonesia (Persero) Lt.6
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya,
Jakarta 11480

07
Mekanisme Sistem Pelaporan Atas Dugaan Pelanggaran

01

Tim Pelaporan Pelanggaran (TPP) menerima pengaduan yang masuk melalui berbagai media pelaporan.

separator
>
02

TPP memasukkan Laporan pengaduan (disclosure report) ke dalam kotak komunikasi, yang dapat diakses secara rutin oleh:

       a. Direksi, jika pengaduan dugaan pelanggaran yang berkaitan dan/atau dilakukan oleh Dewan Komisaris, TPP, Insan PUPUK INDONESIA dan mitra kerja Perusahaan.

       b. Dewan Komisaris, jika pengaduan dugaan pelanggaran yang berkaitan dan/atau dilakukan oleh Direksi.

separator
>
03

TPP melakukan penelaahan/investigasi awal terhadap pengaduan tersebut dan membuat resumenya. Hasil investigasi awal diselesaikan dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak Laporan pengaduan diterima oleh TPP.

separator
separator
04

Direksi atau Dewan Komisaris, sesuai dengan kewenangan penanganan pengaduan akan menetapkan rekomendasi tindakan terhadap laporan hasil investigasi awal sebagai berikut:

  1. Tidak perlu dilakukan investigasi lanjutan atau penghentian penanganan, jika pengaduan tidak memenuhi persyaratan indikasi awal;
  2. Perlu dilakukan investigasi lanjutan oleh Tim Investigasi Internal sesuai substansi pengaduan;
  3. Perlu dilakukan investigasi lanjutan oleh Tim Investigasi Internal bekerja sama dengan External Investigator, jika substansi pengaduan terkait citra atau reputasi Perusahaan dan/ atau menimbulkan kerugian yang besar dan/atau belum pernah ditindaklanjuti oleh Unit Kerja SPI
separator
separator
05

Tim Investigasi yang melakukan investigasi lanjutan dan melaporkan hasilnya kepada TPP serta Direksi atau Dewan Komisaris sesuai dengan kewenangan penanganan pengaduaan. Hasil investigasi lanjutan diselesaikan dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari kerja sejak penetapan untuk melakukan investigasi lanjutan oleh Direksi atau Dewan Komisaris.

 

separator
>
06

Dari laporan hasil investigasi lanjutan, Direksi atau Dewan Komisaris sesuai dengan kewenangan penanganan pengaduan, menetapkan rekomendasi tindakan selanjutnya sebagai berikut:

  1. Pengaduan tersebut akan ditutup atau selesai, jika tidak terbukti.
  2. Terlapor akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, jika Terlapor terbukti bersalah yang berupa tindakan administratif
  3. Pengaduan tersebut akan diteruskan kepada penyidik/pihak yang berwenang untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, jika terdapat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pelanggaran tersebut terkait dengan tindak pidana umum dan/atau korupsi.
  4. TPP memastikan adanya bukti permulaan yang cukup untuk kemudian mengusulkan kepada Direksi atau Dewan Komisaris sesuai dengan kewenangan penanganan pengaduan untuk meneruskan penanganan pengaduan tersebut kepada pihak yang berwenang.
separator
separator
07

Seluruh penetapan rekomendasi atas proses investigasi terhadap pengaduan wajib dibuatkan Berita Acara.

separator
>
08

Seluruh proses Sistem Pelaporan Pelanggaran harus terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

separator
>
09

Untuk mengetahui dan memastikan bahwa pengaduannya diterima dan ditindaklanjuti, Pelapor dapat menghubungi TPP setiap saat melalui media yang digunakan sebelumnya. Selain itu, setiap tahapan dalam proses pelaksanaan tindak lanjut atas pengaduan akan pula diinformasikan kepada Pelapor melalui media online WBS - PUPUK INDONESIA atau kontak yang diberikan.

Lanjutkan Penelusuran

X
Hasil Pencarian Untuk:
search
Pusat Pelayanan Pelanggan 0-800-100-800-1

Pusat Pelayanan Pelanggan

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

close

Pusat Pelayanan Pelanggan

alert Tidak boleh dibiarkan kosong
alert Mohon Isi email dengan format yang benar
alert Tidak boleh dibiarkan kosong

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Instagram: —
Twitter: —
Facebook: PT Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia Customer Care
Youtube: —
Google+: —

close

Terima Kasih

Telah Menghubungi

PUPUK INDONESIA

top
BACK TO TOP